8 kado terindah untuk mu

1. KEHADIRAN

Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang aku bisa juga hadir dihadapannya lewat sms, telepon. Namun dengan berada disampingnya. aku dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. 


2. MENDENGAR

Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya. Mendengar kata hatinya lewat perasaaan ku.

3. D I A M

Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai Untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan aku pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN
 

Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, " Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN

Keindahaan berdasarkN Hati yang terbaik untuk melakuan yang terbaik kepada orang yg aku sayang 


6. TANGGAPAN POSITIF
ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
 Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak aku menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini.

8. SENYUMAN
 Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling ku.


Read more

belajar menyikapi suatu keputusan untuk tujuan

sikap? aduh bingung juga apa artinya.. sikap itu bagaimana kita melakukan sesuatu dari dalam diri maupun luar diri, membuat sesuatu yang lebih dan usahakan yang berlebih dan positif. Memiliki sikap berawal dari kemauan dan keiklhasan.. bener kagak brader awak, and sizt awak?


sikap itu menurut gu singkatannya Sesuatu Ilmu dan Karunia Akibat Pilihan. Pilihan yang kita pilih, pilihan yang kita ambil, pilihan yang kita harus lakukan dan menjadi keputusan.. Keputusan yang sudah kita pilih harus disikapi dengan keinginan kita bgaimana pilihan itu menjadi baik dan berjalan tuk yang terbaik.. plihan apa aja boleh, asal pilihan itu suatu keikhlasan tuk menjadi kebanggaan dalam hidup. hehehe. Dosen awak pernah bilang, keputusan yang diambil dengan menyikapi keadaan yang ada dan itu bersifat yang baik untuk hidup, bakal membuahkan hasil yang baik, bersih seperti buah. nah agan, bingung kan? syg nya tmen2 awak gak denger kata2 ini. pikir aja dah mksudnya. dosen awak juga pernah bilang sikap=attitude, coba hitung berdasarkan urutan huruf, pasti jumlahnya 100. coba cinta berapa? haha.. percuma klo diawali dengan cinta, bakal berabe.. haha.. (klo cinta sama keluarga harus, hehe.. ) emang semua berawal dari sikap. sikap mengambil keputusan untuk suatu tujuan, dari keputusan yang kita ambil, kita pasti tahu tujuan kita apa dan bagaimana tujuan itu bisa didapatkan. Tujuan yang mungkin tidak bisa orang lain capai tapi kita bisa, bagaimana melakukannya, yah kita harus bersikap, bersikap melakukan dan mengikhlaskan keputusan. hehe.. udah punya tujuan? ambilah Tujuan yang harus berkelok2, jangan tujuan yang lurus2 saja, itu tidak akan berbekas pada diri kita. Istilah nya seorang anak laki2 yang berleha2 karena bokap nyokapnya dah kaya n masa depannya terjamin dan menjadi incaran para kaum hawa. hahaha.. gak tahu dah, para kaum hawa itu bangga apa gak ma yang gituan. tapi dari kapasitas jumlah nya, sebagian bangga.. hihihi.. tapi yaudahlah,

kembali ke tema,, memiliki tujuan yang belum pasti itu lebih baik daripada tujuan yang pasti.. karena dari yang belum pasti kita dapat memperjuangkan tujuan itu bagaimana bisa kita pegang dan menjadi tujuan pasti.. berusaha dan melakukan agar bisa dihargai, dan menjadikan kita adalah orang , bukan orang2an.. yah, membuat sikap "inilah saya, saya dan saya.. bukan anda, anda dan anda.." tujuan yang baik.. klo menurut saya sih agan2, bagaimana dipilih tuk memilih,, bukan memilih tuk dipilih.. (bingung?) susah emank mikirnya .. tapi itulah..

kata bapak awak mario teguh,

Syukurilah pekerjaan sesuai tujuan dan pilihan dari keputsan Anda, walau mungkin kecil dalam pandangan Anda dan orang lain, dan kerjakanlah dengan keikhlasan untuk menghasilkan. Jika Anda dikenal sebagai pribadi yang melebihkan kontribusi, semua orang kuat akan memperebutkan Anda untuk dipercayakan pekerjaan-pekerjaan terbaik. Itulah cara yang meninggikan jiwa jujur yang sederhana, di atas mereka yang sangat berbakat tapi yang banyak alasan.

nah, benar bgt bapak awak bilang kan? hehe..

awak sih cuma bisa merenung gan,, bagaimana menyikapinya agar menciptakan tujuan yang baik untuk yang terbaik.. yah,, emank yang selama ini awak kerjakan sepeleh dimata orang,, tapi Bapak awak bilang jangan takut, Tuhan akan menyertai kita apa, bagaimana, dimana, dengan siapa dan kapanpun yang kita lakukan,, yA gak gan? semua ini awak belajar bagaimana menyikapi diri karena saya perantau.. bukan dirantau.. belajar dari Orang tua, Keluarga, Sahabat (jauh maupun dekat), teman dan masyarakat kumuh/bersih untuk menjadi hidup dewasa.

hehe..

menjadi suatu kebanggaan apabila orang bangga dengan awak.. hehe.. bermula orang biasa menjadi luar biasa,, (hadeu).. hehe...

so, raih lah tujuan nya gan, jangan melakukan segala sesuatu seperti tidur yang hanya bisa bermimpi tanpa suatu terapan.. hehehe



MOHON SARAN NYA UNTUK SEMUA GAN...MARI BERJUANG SAMA2 GAN MENYIKAPI SUATU KEPUTUSAN  UNTUK TUJUAN GAN.

http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs459.ash2/73274_1413354735485_1281053932_937870_1105567_a.jpg




Read more

Bacaan ku (3)

Keyakinan

Keyakinan menentukan sikap dan tindakan. Keyakinan adalah sesuatu yang diyakini dan hidup dalam batin yang entah secara sadar atau tidak, dapat menentukan sikap-sikap dan tindakan. Keyakinan bisa berwujud aturan atau hukum yang menyatakan sebab-akibat yang akan hidup di dalam hati. Misalnya, bila tidak memiliki gelar sarjana, jangan harap dapat menjadi seorang manajer; bila saya mau jadi juara satu, saya harus giat belajar; bila ulangan matematika saya jelek, saya adalah murid bodoh.


Keyakinan dapat juga terwujud dalam kata-kata seperti,

Keyakinan juga dapat timbul dari pengalaman, apa yang dibaca, apa yang didengar, dan apa yang dirasakan. Keyakinan telah melandasi cara kita berpikir, berbicara, dan bertindak. Ada siklus antara keyakinan, tindakan, potensi, dan hasil yang kita peroleh. Apabila kita yakin bisa mencapai hasil yang telah ditetapkan, tindakan kita akan semakin intens dan sungguh-sungguh.

Ketika tindakan kita banyak dan sungguh-sungguh, potensi yang digunakan akan semakin besar. Semakin besar potensi yang digunakan, hasilnya akan semakin besar pula. Semakin besar hasilnya, kita akan semakin yakin. Sebaliknya, jika hasil kita tidak bagus, keyakinan akan menciut. Semakin kecil keyakinan, semakin sedikit tindakan kita. Semakin sedikit tindakan dan kesungguhan, semakin sedikit potensi yang digunakan. Semakin kecil hasilnya, semakin yakin pula bahwa kita tidak mampu.

Apabila ada teman kita yang merasa tidak punya bakat dalam suatu bidang atau pelajaran, misalnya matematika. Apakah ia memang bodoh dalam pelajaran matematika? Belum tentu. Bisa jadi perasaan tidak berbakat itu disebabkan oleh sebuah pengalaman tidak enak pada masa lalu. Misalnya, ketika masuk SD ia belum diajari konsep angka 1, 2, 3 oleh orangtuanya, ternyata teman-teman barunya di SD sudah mengerti angka-angka dan konsepnya. Ditambah lagi, gurunya juga mengajar dengan cara yang salah. Bisa jadi ia minder, merasa tidak mampu dalam pelajaran matematika. Kemudian, nilai latihannya menjadi jelek. Karena kejadian itu, ia yakin dalam hatinya bahwa ia tidak bakat dalam matematika.

Tahun-tahun selanjutnya, karena ia sudah yakin dirinya tidak berbakat di bidang matematika, saat pelajaran matematika pun ia malas untuk mengikutinya. Akibatnya, nilainya menjadi rendah. Hal ini menambah keyakinannya bahwa ia memang benar-benar tidak berbakat di bidang matematika. Perlu diingat, ketika memperoleh hasil yang jelek, 97% orang akan semakin terperosok. Hanya 3% saja yang merasa tertantang untuk bertindak, belajar, dan berusaha lebih baik.

Semudah itukah orang menyimpulkan bahwa suatu usaha tidak sukses karena bukan bidangnya? Padahal penyebabnya adalah ia tidak memiliki keyakinan 100% bahwa ia mampu menjalaninya. Ketidaktahuan ataupun ketidakmampuan dalam kemampuan teknis bukanlah alasan gagal. Semua bisa dipelajari seiring dengan perjalanan sukses Anda. Yang terpenting, pegang teguh visi atau impian sukses Anda dan melangkahlah dengan penuh keyakinan sejak langkah pertama. Orang sukses dapat menjadi sukses karena mengetahui cara menjadi sukses. Begitu pula orang gagal, akan terus menjadi gagal karena mengetahui pola menjadi gagal. Siklus akan terus berulang, tergantung bagaimana keyakinan kita.

Contohnya, seorang remaja yang akan menjalani usaha Multi Level Marketing, yakin-modal-sukses1tetapi masih diliputi keraguan, apakah nantinya setelah menekuni bisnis MLM ia bisa sukses atau tidak. Akhirnya, walaupun ia memutuskan untuk mencoba menekuni bisnis MLM, tetapi karena berangkat dari keyakinan yang tidak penuh, ia pun tidak sukses di bisnis MLM. Ia hanya ingin mencoba siapa tahu cocok dan sukses. Yang ia kerjakan hanya setengah-setengah, hasilnya pun setengah-setengah. Akhirnya muncullah kalimat, BISNIS MLM tidak sesuai untuk saya.

Pembentukan keyakinan yang kuat diumpamakan sebagai sebuah meja dengan kaki sebagai referensi. Untuk membentuk keyakinan yang kuat, kaki mejanya harus banyak dan kokoh. Anda contohkan saja seorang siswa yang bermaksud membentuk keyakinan bahwa dirinya bisa menjadi mahasiswa berprestasi. Untuk membentuk keyakinan ini, dia membutuhkan:
Pertama, afirmasi dari dirinya sendiri. Misalnya, dengan mengatakan di setiap pagi dan menjelang tidur di depan cermin, “Lisa, kamu pantas menjadi siswa berprestasi. Kamu rajin, pintar, dan harusnya mampu menjadi siswa berprestasi.”
Kedua, dia juga membayangkan dirinya sudah menjadi seorang siswa berprestasi dan juga melakukan dengan berani apa pun yang dibutuhkan untuk menjadi siswa berprestasi. Gambaran itu tidak berupa gambar diam, melainkan berupa film penuh warna, suara, dan rasa. Baik afirmasi maupun imajinasi yang dilakukannya, itu diolah sedemikian rupa sehingga bisa berkesan secara emosi.

Untuk afirmasi dalam hal isi pesan, pilihan kata, termasuk pada bagaimana dia mengatakan. Itu artinya, dia sudah punya minimal dua kaki meja pendukung. Tiap afirmasi dan imajinasi adalah satu kaki meja sehingga ragam dan kuantitas afirmasi serta imajinasi amatlah penting di sini. Akan lebih kuat lagi jika Lisa mendapatkan kaki mejanya dari orang lain, yaitu ketika orangtuanya mengatakan, “Lisa, kamu kan anak mama yang pandai, kamu pasti mampu menjadi siswa berprestasi” atau temannya berkata, “Lisa, kamu tidak ikut kompetisi. Kamu kan anak pintar. Kamu pasti mampu.” Semua itu membentuk kaki meja, dan semua itu membuat keyakinan si Lisa menjadi kokoh.

Ternyata memulai suatu bisnis tidak harus selalu diawali dengan uang. Uang memang penting, tetapi ternyata bukan yang terpenting. Ada tiga modal dasar yang harus kita miliki jika ingin memulai suatu usaha.
Keberanian. Jika ingin memulai usaha baru, modal pertama dan terutama bukanlah uang, tetapi keberanian: keberanian berubah, keberanian untuk bermimpi, keberanian untuk bertindak, keberanian untuk gagal, dan keberanian untuk sukses. Segunung ide dan segudang uang tak ada artinya tanpa keberanian. Henry Nestle, raja bisnis dalam industri makanan bayi dan makanan kering, memulai bisnisnya dari keberanian untuk berubah. Pada masa krisis ekonomi berkepanjangan, sulit bagi rakyat di negaranya untuk mencari makanan untuk bayi. Nestle yang pada saat itu adalah seorang ahli kimia, menggunakan keahliannya untuk menemukan solusi terbaik bagi makanan bayi yang mudah dibuat dan bergizi. Setelah berjuang untuk berusaha, akhirnya Henry berhasil menemukan ramuan yang paling tepat untuk makanan bayi. Temuannya ini kemudian dikembangkan menjadi bisnis yang berhasil dan mendunia. Keyakinan. Selain keberanian, kita juga perlu memiliki keyakinan sukses. Keyakinan ini hanya bisa kita dapatkan jika kita memiliki mimpi sukses yang jelas. Semakin jelas gambaran kita mengenai mimpi kita, semakin tinggi derajat keyakinan kita untuk sukses. Dengan gambaran yang jelas, akan lebih mudah bagi kita untuk mempersiapkan semua yang diperlukan ataupun dipersyaratkan bagi terwujudnya mimpi tersebut. Kenichi Ohmae, ”Management Guru” dari Jepang, melihat perlunya semua orang, terutama pelaku bisnis untuk memiliki gambaran kesuksesan mereka di masa depan dengan jelas, karena gambaran yang jelas ini dapat menumbuhkan keyakinan untuk mewujudkannya secara proaktif. Keyakinan juga bisa ditumbuhkan dari persiapan yang cukup. Charles Schwab seorang investor yang merupakan pionir dalam mendirikan perusahaan pialang, dengan menuliskan semua yang ingin diraihnya secara rinci. Rincian mimpi sukses ini disusun kembali berdasarkan prioritas yang ingin dicapainya, dan rencana aksi untuk mencapainya. Strategi penyusunan prioritas dan rencana aksi ini, ternyata berhasil menumbuhkan keyakinan Schwab untuk sukses. Dengan strategi ini, Schwab berhasil membangun kerajaan bisnisnya di bidang investasi, sehingga menjadi perusahaan pialang terkemuka di dunia.
Ketekunan. Membangun sebuah bisnis memang tidak mudah. Upaya ini memerlukan perjuangan yang tekun sebelum sukses dapat diwujudkan. Orang yang sukses adalah orang yang tidak menyerah sebelum sukses itu dapat diraih. Mungkin saja ia harus mengalami banyak kegagalan, tetapi ia bangkit kembali dan memiliki keuletan untuk mencoba lagi. Thomas Alva Edison, penemu bola lampu, dan pendiri perusahaan barang-barang elektronik terkemuka di dunia, General Electrics, juga berhasil berkat ketekunannya yang luar biasa. Dalam upaya menemukan bola lampu tersebut, Edison harus mengalami banyak kegagalan. Jika orang lain berhenti berusaha ketika terantuk pada kegagalan yang pertama, kedua, ketiga ataupun keempat, tidak demikian dengan Edison. Ia puluhan kali harus mengalami kegagalan, sebelum akhirnya bola lampu berhasil ditemukannya. Ketekunannya ini membuahkan hasil yang tidak hanya bisa dinikmati oleh Thomas Alva Edison sendiri, melainkan juga oleh seluruh dunia. Ray ”McDonald” Kroc juga memiliki ketekunan yang luar biasa dalam membangun bisnis makanan cepat sajinya ini. Sebelum meraih keberhasilan, berbagai profesi pernah ditekuninya, dari supir truk sampai salesman, dari posisi terendah sampai tertinggi. Semua dijalaninya dengan tekun tanpa putus asa, walaupun berbagai penolakan, kegagalan harus dijalaninya. Hasilnya? Luar biasa. Ketekunan Ray Kroc telah mempersembahkan kerajaan bisnis makanan cepat saji yang telah menggurita di seluruh dunia. 

 Saya ingin menarik perhatian Anda pada peristiwa atau hal yang tidak mendapat perhatian masyarakat, dan pada umumnya dianggap tidak mempunyai pengaruh penting pada jiwa, serta kehidupan manusia, ataupun pada perasaan hati manusia.
Mengapa hal itu dianggap tidak begitu penting? Apakah sebenarnya uang berpengaruh besar pada pendirian hati, jiwa, kehidupan pribadi, dan terlebih lagi berpengaruh pada orang lain?
Jawabannya adalah: KATA-KATA PRAKTIS, yang Anda pakai dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata yang selalu dipakai setiap saat.
Apakah Anda menggunakan kata-kata yang membangkitkan RASA HORMAT dan MENGHARGAI DIRI SENDIRI?
Ketika berbicara tentang sesuatu, khususnya tentang diri sendiri; tanpa mengenal diri sendiri, bukannya kata-kata positif, melainkan kata-kata negatif yang berhamburan keluar; yang dikatakan dengan wajah tanpa ekspresi bersalah, dan dilakukan tanpa disertai pikiran, bahwa ITU ADALAH SUATU HAL YANG BURUK.
Akan tetapi, semakin sering kita berbicara tanpa memikirkan, bahwa hal itu buruk, maka ini tidak saja membuat diri sendiri bodoh, tetapi juga membawa pengaruh buruk pada jiwa orang yang mendengarnya.
Ini sama seperti pepatah yang mengatakan, "adanya sebuah apel busuk di dalam keranjang, akan merusak seluruh apel-apel cantik yang ada di sekitarnya".
Jika lebih jelas lagi, ada perasaan nurani yang tersembunyi dalam kehidupan spiritual manusia. Walaupun hanya sepatah kata diucapkan, apa yang disebut perasaan nurani tersembunyi ini, seakan secara otomatis bereaksi terhadap suara, baik disadari ataupun tidak.
Pada saat menyadari perasaan alam bawah sadar ini, keadaannya akan menjadi seperti itu.
Maka, lahirlah KATA-KATA AGUNG dan KATA-KATA SUCI. Dengan kata lain, jika segala sesuatu diutarakan dengan KATA-KATA OPTIMIS dan POSITIF, maka dalam kehidupan akan muncul dalam keadaan baik.
Akan tetapi, sekali saja, kata-kata seperti "kemarahan", "kesedihan", "penderitaan", "kebingungan", dan "kecemburuan", yang tanpa segan-segan berhamburan keluar dari mulut, maka pada saat itu juga, selain dikatakan Bodoh, hal itu juga akan mengundang akibat yang mengerikan. Ini Kenyataan!!
Tidak ada kekuatan lebih besar, yang dapat dirasakan manusia secara langsung, melebihi "kata-kata praktis" yang dipakainya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menentukan tindakan yang benar-benar disadari lebih dari kekuatan yang dirasakan yaitu "kekuatan batin".
Dapat dikatakan, bahwa orang yang dapat memahami hal ini dengan benar, dan menerapkannya dalam kehidupannya; maka orang itu akan menjadi ORANG LUAR BIASA PRIMA.
Sekian, semoga bisa membawa manfaat positif dan optimis di dalam menjalani kehidupan ini.

Read more

RINGKASAN KU (1)

Bagian ini merupakan bagian ketiga, suatu bagian praktis yang dirangkai oleh Paulus secara relasional. Minggu lalu kita membahas tentang bagaimana iman Kristen yang seharusnya tidak berhenti dalam suatu teori yang mati atau dalam perdebatan teologis, melainkan harus teraplikasi di dalam kehidupan.
Kita juga telah membahas karakter-karakter dasar (yakni rendah hati, lemah lembut, sabar dan mengasihi) yang harus mendasari pergumulan iman kita, dimana kita tidak terjebak dalam close system. Orang yang berada di dalam close system sering mengatakan, "Saya orangnya memang seperti begini." Dengan demikian dia tidak mau berubah dan tidak mau bertumbuh maka dia sebenarnya sedang mematikan kemungkinan proses perubahan. Berarti dia sebenarnya sudah mati di saat dia hidup. Karena bukankah yang hidup harus berproses?
Sekarang kita akan melihat bahwa ketika kita mau berproses, bertumbuh dan menjadi seorang Kristen yang baik, kita harus bersatu, menggalang kesatuan di dalam Roh. Di sini suasana paradoks muncul (bahkan mungkin lebih mendekati kontradiksi daripada sekedar paradoks). Kita ingin untuk bersatu, tetapi betulkah kita ingin bersatu? Jika kita mau jujur, siap hatikah kita untuk bersatu? Mungkin jawabannya adalah tidak. Apa sebab? Karena ada ambivalensi yang terjadi di tengah-tengah kehidupan manusia. Jika hal ini terjadi di luar Kekristenan itu adalah wajar, tetapi sayangnya inipun sudah meracuni Kekristenan juga. Persatuan versi dunia hanyalah suatu slogan, sekedar ucapan bibir yang tidak ada isinya. Maka sangatlah naif jika hanya mau mengerti persatuan ini secara dangkal dan dipermukaannya saja.
Persatuan yang sejati adalah persatuan yang diungkapkan oleh Efesus 4 ini. Tetapi ketika kita mau masuk ke dalam persatuan ini, kita harus menyadari kendala-kendala yang ada. Bagaimana Kekristenan bisa menjadi contoh di tengah-tengah dunia berkenaan dengan persatuan yang sejati ini? Apakah Kekristenan menggarap persekutuan dengan baik? Ini sungguh-sungguh perlu dijawab! Keesaan seringkali hanya merupakan format federasi (yang mendasarkan diri pada azaz manfaat dalam berelasi) yang sama sekali tidak menggarap persatuan yang sebenarnya. Maka, sekarang kita harus melihat dua aspek yang sangat penting yakni: 1) Urgensi dari kesatuan itu sendiri, dan 2) Bagaimana kendala bagi keurgensian dari kesatuan ini.
1. Urgensi Kesatuan
Dalam Efesus 4, Paulus menempatkan kesatuan di tempat pertama. Tuntutan ini sedemikian serius oleh karena kesatuan di dalam Kekristenan merupakan dasar dimana Kekristenan bisa hidup. Pada hakekatnya, Kekristenan disebut sebagai "One Body - Satu Tubuh". Konsep kesatuan ini sulit diterima oleh manusia yang telah ‘dicekoki’ oleh konsep dunia.
Alkitab jelas menyatakan bahwa semua orang Kristen adalah satu tubuh dimana Kristus adalah Kepalanya. Satu tubuh mempunyai keterkaitan, dan tidak bisa dilepas-lepaskan. Satu tubuh berbeda dengan satu struktur organisasi. Inilah kesatuan yang unik.
Kekristenan di semua tempat selalu menjadi ancaman atau menjadi "musuh" (seharusnya dalam aspek positif) bagi banyak pikiran dunia. Disaat Kekristenan mau menyatakan terang dan dunia berjalan dalam gelap, saat itulah terjadi konflik. Kesulitan inilah yang selalu muncul dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Bahkan 2 Timotius 3:12 menyatakan, "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya." Ini akibat dari cara kerja dunia dan Kekristenan yang saling bertabrakan. Sehingga, ketika kita mau menyatakan kebenaran, di situ kita akan berkonfrontasi dengan dunia. Jika Kekristenan terpecah-pecah, Kekristenan akan sulit bertahan di tengah-tengah dunia ini. Pengkhotbah juga mengungkapkan secara serius tentang pentingnya kesatuan. Inilah urgensi yg pertama yang harus kita pikirkan.
Kedua, kita yang hidup di tengah-tengah dunia di panggil oleh Tuhan untuk menjadi garam dan terang dunia, menjadi saksi. Kita memang bisa menjalankan fungsi ini secara pribadi. Tetapi fungsi kesaksian itu menjadi lebih terang dan lebih nyata pada saat kita bersatu. Dengan kata lain, satu terang yang kecil, jika disatukan dengan terang-terang kecil lainnya akan menjadi terang yang besar. Demikian pula dengan garam.
Kita ada bukanlah untuk diri kita sendiri. Kita ada untuk orang lain, menjadi berkat bagi dunia ini dan menjadi saksi di tengah-tengah dunia ini untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Karena itu, kesatuan bukan sekedar boleh atau tidak boleh dijalankan. Kesatuan adalah sesuatu yang urgen dan mutlak untuk dijalankan.
Ketiga, dalam satu tubuh yang berfungsi, kesatuan merupakan hakekat yang paling mendasar. Berbeda dengan organisasi. Dalam organisasi, jika salah satu bagian macet, bagian itu akan dipotong dan dibuang, dan urusanpun selesai, bagian lain tidak mau tahu dan tidak terkena dampak apa-apa. Ini pulalah yang terjadi di dalam gereja, satu bagian tidak mau tahu dengan bagian-bagian yang lain, dan inilah organisasi di dalam gereja.
Kekristenan mempunyai kesatuan yang unik yang tidak mungkin dijalankan di dalam dunia. Kita mempunyai Kesatuan Organisme yakni satu kesatuan oleh karena kita satu tubuh, yang tidak berelasi secara mati dalam garis otoritas melainkan suatu relasi yang hidup. Jika salah satu bagian tidak beres, seluruh bagian tubuh yang lain akan merasakan secara bersama-sama. Jadi, satu bagian saling terkait dan saling menunjang dengan bagian yang lain. Maka, gereja yang sakit, persekutuan yang sakit dan anak-anak Tuhan yang sakit adalah akibat gagal mengerti konsep kesatuan ini.
Kesatuan tubuh semacam ini tidak mungkin digalang di luar Kekristenan. Apa sebab? Karena ada satu dasar yang mengikat kesatuan yakni sifat kasih yang dari Tuhan. Kasihlah yang memungkinkan keterkaitan ini.
2. Kendala bagi keurgensian kesatuan.
Menggalang kesatuan tidaklah sederhana oleh karena: 1) Manusia diterpa oleh filsafat pragmatisme. Mereka tidak mau direpotkan dengan pemikiran yang ruwet, melainkan hanya mau memikirkan yang praktis-praktis saja. Jika sifat pragmatis ini mempengaruhi pola pelayanan seseorang di dalam gereja, maka betapa celakanya hal itu bagi Kekristenan.
2) Ancaman pragmatis akan disertai dengan jiwa individualistik. Globalisme tidak menjadikan dunia semakin bersatu tetapi justru membuat manusia semakin memikirkan dirinya sendiri dan tidak mau tahu orang lain. Kehidupan di desa seringkali kontras dengan keadaan ini oleh karena kehidupan mereka kebanyakan bisa berelasi dengan begitu dekat dan saling bantu dalam berbagai permasalahan yang ada. Sementara kehidupan di kota kondisinya terbalik.
Jika jiwa individualistik ini meracuni kita, bagaimana kita bisa mengerti dan mempunyai kepekaan untuk memperhatikan orang lain? Bagaimana kelemahlembutan, kerendahan hati dan kesabaran kita bisa muncul? Semangat individualistik ini menyebabkan kita tidak mau tahu urusan orang lain. Kita hanya mau tahu jika itu berkenaan atau berkaitan dengan keuntungan diri sendiri.
3) Semangat perseteruan. Setan selalu berusaha agar jiwa pertikaian ini ada di dalam diri setiap manusia. Sementara dunia yang semakin beragam tanpa adanya kontrol yang mempersatukan, mengakibatkan banyak orang ingin secara individualis menjadi raja kecil, maka semangat pertikaian akan berkobar.
Di dalam diri orang yang berdosa selalu terdapat jiwa yang ingin menghancurkan dan tidak suka melihat orang lain menjadi yang terbaik. Orang lain pun akan dianggap sebagai musuh. Maka, tidaklah heran jika kesatuan itu tidak bisa terwujud. Sangatlah menyedihkan jika inipun berada di kalangan orang-orang Kristen. Karena orang Kristen tidak kebal terhadap serangan ini. Oleh karena itu, kita harus menggarap kesatuan kasih, yang berdasarkan kasih Tuhan.
4) Benturan antar karakter pribadi. Seseorang sulit bersatu dengan orang lain karena karakter orang tersebut bertentangan dengan karakternya sendiri. Mereka tidak mau saling mengalah dan tidak mau berubah. Akibatnya benturan pun terjadi.
Pertikaian yang terjadi oleh karena sesuatu yang sangat prinsip masih bisa diterima tetapi jika hanya karena sesuatu yang sangat sepele seperti tidak menyukai karakter atau kebiasaan seseorang mengakibatkan pertikaian itu terjadi, maka ini sangat disayangkan. Seringkali ini muncul karena kita sendiri menganggap diri kita "memang sudah begitu", dan tidak mau berubah. Padahal kita seharusnya senantiasa hidup berproses dan mengalami perubahan demi perubahan. Inilah poin terakhir dari kendala bagi keurgensian kesatuan.
Akhirnya, kita bersatu bukanlah sekedar bersatu. Kita bersatu oleh karena ada tuntutan dari Tuhan. Kesatuan di dalam Roh, kesatuan tubuh, dimana Kristus menjadi kepalanya. Dunia yang sebagian besar abnormal menganggap diri normal, sedangkan yang normal justru dianggap abnormal. Untuk itu kita seharusnya mengerti mana yang pada hakekatnya normal dan abnormal. Normalitas Kekristenan adalah jika kita bertumbuh terus. Jika kita berhenti bertumbuh dan bahkan berproses mundur, maka kita sudah menjadi abnormal. Maukah kita menjadi orang Kristen yang normal, yang mau berproses untuk bertumbuh dalam kasih dan dibentuk di tangan Tuhan??

Read more

5 langkah hidup yang akan ku terapkan walaupun belum semua

Diri kita diciptakan Tuhan dengan potensi kebaikan (nurani) dan keburukan (ego).  Tugas kita yang kemudian dipandu oleh para nabi, orang-orang besar, dan para pemimpin yang baik adalah mengoptimalkan potensi kebaikan itu dan meminimalkan potensi keburukan.  Memang mengikis kenegatifan bukan perkara mudah.  Sulit malah.  Ia menyangkut mengenali dan mengendalikan ego  yang luar biasa cerdasnya.


Read more

Bacaan ku (4) Creative Thinking and positive thinking

.:VirtualSalt

Creative Thinking Techniques
Robert Harris
Version Date: January 5, 2002
________________________________________
You'll remember the five creative methods we discussed in the Introduction to Creative Thinking: evolution,
Read more

Bacaan ku (2)

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

Read more

berawal dari nongkrong ketemu sahabat2 baru

berawal dari warnet Zari di depan hejo ketemu sahabat2 baru..hehehe,,
awan, aldo, zari..(brader-brAder awak) muah muah... hahaha...
awan,, masih ingat kau panggil aku abg? hahaha,,
padahal satu tingkat..
dudul ah,, hahaha...
tp seneng bergaul dengan kalian semua.. hihihih..
Semoga menjadi sahabat selamanya kita braders...
Read more

mama saya beliin saya netbook

duh, netbook yg berguna ampe sekarang..
tempat saya kerja.. hihihi..
gak ada yang percaya sih..
Read more